Wednesday, October 13, 2010
Pembuatan Pupuk Organik
Bahan :
1. Kotoran kambing setengah kering : 15 karung
2. E.M 4 : 3 tutup botol
3. Gula Putih : 3 ons
4. Air Bersih : secukupnya
5. Kascing balita : 600 ml
6. Arang Sekam : 12 karung
Pembiakan E.M 4:
4 Tutup botol E.M 4 (kuning) di campur dengan kascing 500 ml serta 3 ons gula putih dilarutkan di dalam ember yang berisi air 30 liter, di aduk kemudian di tutup rapat dalam kondisi (an-aerob) tidak kontak dengan udara selama 24 jam. Setelah 24 jam pembiakan E.M 4 siapdi gunakan.
Cara Pembuatan Pupuk:
Arang sekam di campur dengan kotoran kambing yang di aduk secara merata kemudian di ayak untuk menghasilkan pupuk yang bagus dan memilih sampah non organik agar tidak tercampur. Kemudian siramkan pembiakan E.M 4 yang sebelumnya di campur dengan air secukupnya, kemudian di aduk secara merata dan tidak terlalu basah. Setelah pengadukan merata tanah diratakan dengan ketebalan kira-kira 20 cm dan di tutup terpal 14 hari. Setelah 14 hari di buka dan di anginkan. Pupuk organik padat sudah jadi dan siap di gunakan.
Labels:
wong tani
Bupati Brebes K.H.Syatori (1946-1947)
Bagi warga Brebes, kepahlawanan tokoh ini tidak diragukan lagi. Syatori gugur sebagai pahlawan dalam perang mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
Hal itu disampaikan sesepuh Brebes, H Soewardi Wirjaatmadja, SH.
Menurut Soewardi, kedua tokoh itu layak dianugerahi gelar pahlawan nasional karena keberanian mereka dalam melawan Belanda, yang saat itu mencoba menguasai Indonesia kembali. KH Syatori ditembak tentara Belanda pada tanggal 26 atau 27 Juli 1947 dan jenazahnya ditemukan di wilayah Kecamatan Songgom oleh pembantunya. KH Syatori lalu dimakamkan di Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal.
“KH Syatori itu bupati yang reformis. Dia dipilih masyarakat karena saat itu satu-satunya figur yang layak untuk memimpin Brebes,” kata Soewardi.
Ia menambahkan, KH Syatori ditembak Belanda karena tidak mau bekerja sama untuk membantu Belanda saat akan berkuasa kembali. KH Syatori tetap memegang teguh kemerdekaan yang sudah diproklamasikan oleh Soekarno-Hatta. Karena itu, Belanda pun tidak mau mengambil risiko dan membunuh KH Syatori dalam sebuah pertempuran.
“Dia tetap bertahan pada pendiriannya, tidak mau bekerja sama dengan Belanda. Ini salah satu sikap kepahlawanan yang patut diteladani,” kata Soewardi.
»» READMORE...
Hal itu disampaikan sesepuh Brebes, H Soewardi Wirjaatmadja, SH.
Menurut Soewardi, kedua tokoh itu layak dianugerahi gelar pahlawan nasional karena keberanian mereka dalam melawan Belanda, yang saat itu mencoba menguasai Indonesia kembali. KH Syatori ditembak tentara Belanda pada tanggal 26 atau 27 Juli 1947 dan jenazahnya ditemukan di wilayah Kecamatan Songgom oleh pembantunya. KH Syatori lalu dimakamkan di Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal.
“KH Syatori itu bupati yang reformis. Dia dipilih masyarakat karena saat itu satu-satunya figur yang layak untuk memimpin Brebes,” kata Soewardi.
Ia menambahkan, KH Syatori ditembak Belanda karena tidak mau bekerja sama untuk membantu Belanda saat akan berkuasa kembali. KH Syatori tetap memegang teguh kemerdekaan yang sudah diproklamasikan oleh Soekarno-Hatta. Karena itu, Belanda pun tidak mau mengambil risiko dan membunuh KH Syatori dalam sebuah pertempuran.
“Dia tetap bertahan pada pendiriannya, tidak mau bekerja sama dengan Belanda. Ini salah satu sikap kepahlawanan yang patut diteladani,” kata Soewardi.
Labels:
ngalor-ngidul
Tuesday, October 12, 2010
Wednesday, September 1, 2010
Terima kasih pak polisi
pengalaman ane kemaren baru ditolong ma temen ane yg polisi...
ceritanya gini gan, ane kan ambil KPR di Perumahan P****a Ab**i Slawi dengan booking fee 5jt. menurut developrnya, hasil aplikasi KPR ke bank ditunggu skitar 1bln. setelah mnnunggu 1bln lebih, aplikasi ane ditolak ame pihak bank. menurut perjanjian dengan developer, uang tanda jadi dikembalikan hanya dipotong 100 ribu, katanya buat administrasi (tapi tidak ada perjanjian hitam di atas putih). sebelum ane dateng ke kantor pemasarannya, ane dah calling temen ane yang polisi (takut ane ditipu macam-macam). ternyata pas janjian pada hari H pengembalian uang tanda jadi cuma dikasih 4,5jt (katanya biaya administrasi 500ribu (10%), gila aja! padahal dulu pas penyerahan uang tanda jadi sepakat administrasi hanya 100ribu, developer bralasan lagi katanya biasanya juga potong 10%). seharusnya pengmbalian sebesar 4,9jt (potong 100ribu - sebenernya ane jg g ikhlas tapi gak apa2 deh buat buang sial). stelah beberapa menit, temen ane yang polisi datang, trus beradu argumen ma pihak kantor pemasaranya. akhirnya sepakat, kekurangannya (400ribu) akan dikembalikan dengan menunggu kabar selanjutnya dari bos developernya (ane ketemu ama staf pemasarannya). pas ane ma temen polisi ane keluar dari kantor pemasaran, ane dipanggil lagi ama staf pemasaran itu, trus katanya kekurangannya mau diselesaikan sekarang aja alasannya biar jangan bolak balik, katanya pake duitnya dia dulu (mulai keliatan ngapusine..). trus dia bilang kenapa siy mas pake bawa polisi segala... dlm ati ane ketawa, ternyata pihak developer takut juga, mungkin td stafnya abis nelpon bosnya kali y... kasian jg ma stafnya tapi gmn lg gan, klo g digituan tu developer pasti ngakalin ane...
»» READMORE...
ceritanya gini gan, ane kan ambil KPR di Perumahan P****a Ab**i Slawi dengan booking fee 5jt. menurut developrnya, hasil aplikasi KPR ke bank ditunggu skitar 1bln. setelah mnnunggu 1bln lebih, aplikasi ane ditolak ame pihak bank. menurut perjanjian dengan developer, uang tanda jadi dikembalikan hanya dipotong 100 ribu, katanya buat administrasi (tapi tidak ada perjanjian hitam di atas putih). sebelum ane dateng ke kantor pemasarannya, ane dah calling temen ane yang polisi (takut ane ditipu macam-macam). ternyata pas janjian pada hari H pengembalian uang tanda jadi cuma dikasih 4,5jt (katanya biaya administrasi 500ribu (10%), gila aja! padahal dulu pas penyerahan uang tanda jadi sepakat administrasi hanya 100ribu, developer bralasan lagi katanya biasanya juga potong 10%). seharusnya pengmbalian sebesar 4,9jt (potong 100ribu - sebenernya ane jg g ikhlas tapi gak apa2 deh buat buang sial). stelah beberapa menit, temen ane yang polisi datang, trus beradu argumen ma pihak kantor pemasaranya. akhirnya sepakat, kekurangannya (400ribu) akan dikembalikan dengan menunggu kabar selanjutnya dari bos developernya (ane ketemu ama staf pemasarannya). pas ane ma temen polisi ane keluar dari kantor pemasaran, ane dipanggil lagi ama staf pemasaran itu, trus katanya kekurangannya mau diselesaikan sekarang aja alasannya biar jangan bolak balik, katanya pake duitnya dia dulu (mulai keliatan ngapusine..). trus dia bilang kenapa siy mas pake bawa polisi segala... dlm ati ane ketawa, ternyata pihak developer takut juga, mungkin td stafnya abis nelpon bosnya kali y... kasian jg ma stafnya tapi gmn lg gan, klo g digituan tu developer pasti ngakalin ane...
Labels:
ngalor-ngidul
Subscribe to:
Posts (Atom)

